Loading...

Perawatan Emboli Paru Saat Hamil

Perawatan Emboli Paru Saat HamilEmboli paru dapat terjadi selama kehamilan dan merupakan penyebab utama dari kematian selama kehamilan.

Peningkatan resiko pembentukan darah di paru-paru selama kehamilan dikarenakan oleh selama kehamilan, aliran darah vena terutama disekitar kaki mengalami perlambatan aliran yang meningkatkan risiko pembentukan bekuan darah ini.

Selain itu, meningkatnya istirahat di tempat tidur, kurang mobilitas dan hiperkoagulabilitas selama kehamilan juga meningkatkan kemungkinan pembentukan bekuan. Wanita dengan riwayat DVT juga pada risiko yang lebih besar untuk mendapatkan emboli paru.

Loading...

Emboli paru perlu didiagnosis secepat mungkin, karena bisa mengancam kehidupan sang ibu dan janin. Karena gejala emboli paru sangat mirip dengan gejala umum dari kehamilan, seperti pembengkakan pada kaki, sesak napas, jantung berdebar, dan lain-lain sehingga sulit untuk didiagnosa tanpa menggunakan alat pencitraan diagnostik.

Dan mengenai alat pencitraan ini, hingga saat ini masih banyak perdebatan tentang apakah wanita hamil harus terkena radiasi untuk mendeteksi emboli paru.

Namun, paparan radiasi yang terjadi selama diagnosa dengan alat pencitraan harus dilakukan dengan pengambilan semua tindakan pencegahan yang diperlukan sehingga aman dilakukan pada wanita hamil.

Orang-orang yang berada pada risiko emboli paru harus mencoba untuk mencegah pembentukan bekuan darah dalam aliran darah mereka dengan selalu bergerak (aktif). Berpindah-pindah sebanyak mungkin akan membantu mencegah pembentukan gumpalan.

Perawatan darurat

Ketika emboli paru parah dan mengancam jiwa, pasien segera dirawat di rumah sakit. Para dokter harus melakukan pengobatan definitif seperti terapi trombolitik (melarutkan bekuan atau terapi penghilang gumpalan) untuk melarutkan bekuan darah.

Trombolitik adalah obat yang diberikan untuk melarutkan bekuan hanya dalam situasi darurat karena obat-obatan ini dapat menyebabkan perdarahan tiba-tiba.

Selain itu, ibu hamil, penderita hipertensi, orang yang telah baru sembuh dari stroke dll tidak diberikan trombolitik ini karena mereka berada pada risiko tertinggi mangalami perdarahan berat dari pada orang-orang yang tidak dalam kondisi seperti yang disebutkan diatas.

Kadang-kadang, dokter mungkin mencoba untuk mencapai gumpalan dengan bantuan kateter. Kateter adalah tabung fleksibel dimasukkan ke dalam paha atas (pangkal paha) atau lengan melalui pembuluh darah untuk memungkinkan akses ke aliran darah untuk pengobatan bekuan di paru-paru.

Melalui kateter dokter dapat mengekstrak bekuan atau menyuntikkan obat untuk melarutkan bekuan. Dan sangat jarang seorang dokter memilih melakukan operasi untuk menghilangkan bekuan darah kecuali pada pasien yang menderita emboli berulang.

Perawatan Emboli Paru Saat Hamil | DuniaKebidanan.com | 4.5