Loading...

Manfaat Intervensi dalam Pengobatan Tumor

DUNIAKEBIDANAN.COM – Tumor ganas (kanker) merupakan salah satu penyakit utama yang mengancam kesehatan manusia. Di antara semua jenis penyakit, tingkat kematian kanker berada di peringkat kedua, metode pengobatan tradisionalnya antara lain operasi, kemoterapi dan radioterapi.

Kepala Onkologi Modern Cancer Hospital Guangzhou, Prof. Peng Xiao Chi menuturkan, saat terdiagnosa, mayoritas pasien sudah memasuki stadium lanjut, tidak bisa menjalani operasi, dan beberapa pasien dengan usia lanjut yang walaupun terdiagnosa masih merupakan stadium awal, namun dikarenakan kondisi fisik yang buruk, mereka tidak dapat menjalani operasi, dan keefektifan pengobatan pun lebih terbatas.

Oleh karena itu, Intervensi digunakan secara luas dalam pengobatan kanker, hasil terapi ini juga cukup efektif. Lalu, jenis tumor apa saja yang paling cocok ditangani dengan Intervensi?

Loading...

Kanker Hati
Kanker hati sering disebut sebagai “raja kanker”, tingkat keganasannya tinggi, harapan hidupnya hanya sekitar 3 bulan. Sebagian besar serangan kanker hati lebih tersembunyi, dan pada saat terdiagnosa umumnya sudah memasuki stadium lanjut, ditambah dengan tingginya tingkat sirosis dan kekambuhan pasca operasi serta faktor lainnya, dan kebanyakan pasien sudah tidak dapat menjalani operasi.

“Saat ini, proses Embolisasi Arteri merupakan metode pengobatan yang paling banyak digunakan. Metode embolisasi karsinoma hepatoseluler segmental dan sub segmental memiliki hasil yang sebanding dengan hasil operasi, hanya saja metode ini menimbulkan luka yang jauh lebih kecil.

Pasien kanker hati stadium lanjut dan akhir yang sudah tidak bisa menjalani operasi juga bisa mendapatkan hasil pengobatan yang efektif.” Dokter penanggung jawab – Dr. You mengatakan, “Banyak pasien yang mengalami penyusutan ukuran tumor, atau bahkan menghilang, ini dapat memperpanjang kelangsungan hidup para pasien kanker hati.”

Kanker Panggul
Kanker panggul meliputi kanker serviks, kanker ovarium, kanker endometrium, kanker kandung kemih dan kanker kolorektal. Kanker sendiri memiliki banyak pembuluh darah tumor. Dan diwaktu bersamaan bisa menyerang daerah sekitar pembuluh darah besar, sehingga menyebabkan pendarahan bahkan kematian.

Dikarenakan tumor, pada pasien pada kasus ini juga akan sulit dideteksi lokasi pendarahannya, dan cenderung sulit untuk memberhentikan pendarahannya. Hemostasis luar dan perfusi obat pada jaringan dalam kandung kemih cenderung kurang efektif.

Intervensi adalah metode dengan tusukan jarum arteri femoralis, yang akan dimasukkan melalui arteri femoralis langsung arteri femoralis dan cabang-cabang pembuluh darah lesi tumor, setelah memasukkan obat kemoterapi ke dalam tumor, gelatin sponge embolisasi akan mengembolisasi arteri darah. Memblokir pendarahan pada arteri, selain mengendalikan pertumbuhan tumor, juga dapat melakukan efek hemostatik, sehingga menyelamatkan nyawa para pasien kanker panggul.

Terapi Adjuvant
Kebanyakan pasien kanker paru, lambung, usus, dan pankreas sudah memasuki stadium lanjut pada saat awal terdiagnosa, tidak bisa menjalani operasi. Beberapa pasien yang walaupun masih merupakan stadium awal, tetapi mereka memiliki kondisi fisik yang buruk, usia lanjut, dan tidak dapat menjalani operasi. Pada kondisi seperti ini, efek samping kemoterapi cukup besar, namun secara umum tingkat keberhasilannya masih terbilang kecil.

Intervensi menggunakan mikro-kateter yang akan mengirimkan obat tumor secara langsung melalui pembuluh darah, dan melakukan perfusi obat. Jika dibandingkan dengan kemoterapi sistemik, konsentrasi obat di bagian lokal akan menjadi lebih tinggi, dan konsentrasinya terhadap seluruh tubuh mencapai 100 kali lipat ke atas, efektifitasnya terlihat secara jelas, selain itu juga dapat mengurangi dosis, meminimalkan efek samping toksisitas sistemik dari obat kemoterapi, serta jangkauan pengobatan menjadi lebih jelas, tanpa mempengaruhi jaringan atau organ sekitarnya.

Manfaat Intervensi dalam Pengobatan Tumor | DuniaKebidanan.com | 4.5