Risiko Autis pada Anak

Risiko autis pada anak diyakini berhubungan dengan tingkat kecerdasan orangtua, khususnya yang berhubungan dengan matematika. Jika orangtua bekerja di bidang ilmu pasti misalnya sebagai teknisi, anaknya lebih rentan menjadi autis. Tingkat kecerdasan orangtua berhubungan dengan risiko autis pada anak. Kecerdasan yang dimaksud berhubungan dengan kemampuan matematis, yang banyak dipakai di bidang ilmu pasti. Orangtua yang bekerja di bidang ilmu pasti punya kecenderungan lebih tinggi untuk melahirkan anak autis. Pekerjaan yang dimaksud antara lain teknisi, insinyur, ilmuwan dan juga programmer.

Pengujian yang jelas terhadap teori ini akan menunjukkan pada kita bahwa pasangan yang sama-sama pintar dan berpikir sistematis cenderung memiliki anak dengan spektrum autisme lebih tinggi. Meski belum melahirkan kesimpulan baru, hasil penelitian ini nantinya diperkirakan tidak akan jauh berbeda dari berbagai penelitian terdahulu. Memang, hubungan antara tingkat kecerdasan orangtua dengan risiko autis pada anak sudah lama menjadi perhatian para ahli. Seorang ahli matematika cenderung punya spektrum autis yang lebih tinggi dibanding orang lain dengan tingkat kecerdasan yang sama yang bekerja di bidang lain. Sebelumnya pada tahun 1997, anak dan bahkan cucu insinyur terbukti lebih berisiko menjadi autis.

MENARIK:  Wanita Memiliki Selaput Dara yang Bervariasi

Loading...