Faktor Resiko Selama Kehamilan

Loading...

Seorang wanita hamil dengan resiko rendah bisa mengalami suatu perubahan yang menyebabkan bertambahnya resiko yang dimilikinya. Dia mungkin terpapar oleh teratogen (bahan yang bisa menyebabkan cacat bawaan), seperti radiasi, bahan kimia tertentu, obat-obatan dan infeksi; atau dia bias mengalami kelainan medis atau komplikasi yang berhubungan dengan kehamilan.

Obat-obatan yang diketahui bisa menyebabkan cacat bawaan jika diminum selama hamil adalah:
– alkohol
– phenitoin
– obat-obat yang kerjanya melawan asam folat (misalnya triamteren atau trimethoprim)
– lithium
– streptomycin
– tetracyclin
– talidomide
– warfarin.

Infeksi yang bisa menyebabkan cacat bawaan adalah:
– herpes simpleks
– hepatitis virus
– influenza
– gondongan
– campak jerman (rubella)
– cacar air (varisela)
– sifilis
– listeriosis
– toksoplasmosis
– infeksi oleh virus coxsackie atau sitomegalovirus.

Merokok berbahaya bagi ibu dan janin yang dikandungnya, tetapi hanya sekitar 20% wanita yang berhenti merokok selama hamil. Efek yang paling sering terjadi akibat merokok selama hamil adalah berat badan bayi yang rendah. selain itu, wanita hamil yang merokok juga lebih rentan mengalami:

– komplikasi plasenta
– ketubah pecah sebelum waktunya
– persalinan prematur
– infeksi rahim.

MENARIK:  Ibu Hamil Perlu Menjaga Kesehatan Psikologisnya

Seorang wanita hamil yang tidak merokok sebaiknya menghindari asap rokok dari orang lain karena bisa memberikan efek yang sama terhadap janinnya. Cacat bawaan pada jantung, otak dan wajah lebih sering ditemikan pada bayi yang ibunya merokok. Merokok selama hamil juga bisa menyebabkan meningkatnya resiko terjadinya sindroma kematian bayi mendadak. Selain itu, anak-anak yang dilahirkan oleh ibu perokok bisa mengalami kekurangan yang sifatnya ringan dalam hal pertumbuhan fisik, perkembangan intelektual dan perilaku. Efek ini diduga disebabkan oleh karbon monoksida (yang menyebabkan berkurangnya pasokan oksigen ke jaringan tubuh) dan nikotin (yang merangsang pelepasan hormon yang menyebabkan pengkerutan pembuluh darah yang menuju ke plasenta dan rahim). Mengkonsumsi alkohol selama hamil bisa menyebabkan cacat bawaan. Sindroma alkohol pada janin merupakan salah satu akibat utama dari pemakaian alkohol selama hamil. sindroma ini ditandai dengan:

– keterbelakangan pertumbuhan sebelum atau sesudah lahir
– kelainan wajah
– mikrosefalus (ukuran kepala lebih kecil), yang kemungkinan disebabkan oleh pertumbuhan otak yang dibawah normal
– kelainan perkembangan perilaku.

Sindroma alkohol pada janin seringkali menyebabkan keterbelakangan mental. Selain itu, alkohol juga bisa menyebabkan keguguran dan gangguan perilaku yang berat pada bayi maupun anak yang sedang tumbuh (misalnya perilaku antisosial dan kurang memperhatikan). Resiko terjadinya keguguran pada wanita hamil yang mengkonsumsi alkohol adalah 2 kali lipat, terutama jika wanita tersebut adalah peminum berat. Berat badan bayi yang dilahirkan berada di bawah normal, yaitu rata-rata 2 kg. Suatu pemeriksaan laboratorium yang sensitif dan tidak memerlukan biaya besar, yaitu kromatografi, bisa digunakan untuk mengetahui pemakaian heroin, morfin, amfetamin, barbiturat, kodein, kokain, marijuana, metadon atau fenotiazin pada wanita hamil. Wanita yang menggunakan obat suntik memiliki resiko tinggi terhadap:

MENARIK:  Perawatan Emboli Paru Saat Hamil

– anemia
– bakteremia
– endokarditis
– abses kulit
– hepatitis
– flebitis
– pneumonia
– tetanus
– penyakit menular intimual (termasuk aids).

Sekitar 75% bayi yang menderita aids, ibunya adalah pemakai obat suntik atau pramuria. bayi-bayi tersebut juga memiliki resiko menderita penyakit menular intimual lainnya, hepatitis dan infeksi. Pertumbuhan mereka di dalam rahim kemungkinan mengalami kemunduran dan mereka bisa lahir prematur. Kokain merangsang sistem saraf pusat, bertindak sebagai obat bius lokal dan menyebabkan pengkerutan pembuluh darah. pembuluh darah yang mengkerut bisa menyebabkan berkurangnya aliran darah sehingga kadang janin tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Berkurangnya aliran darah dan oksigen bisa menyebabkan gangguan pertumbuhan berbagai organ dan biasanya menyebabkan cacat kerangka serta penyempitan sebagian usus.

Pemeriksaan air kemih untuk mengatahui adanya kokain biasanya dilakukan jika:
– seorang wanita hamil tiba-tiba menderita tekanan darah tinggi yang berat
– terjadi perdarahan akibat pelepasan plasenta sebelum waktunya
– terjadi kematian dalam kandungan yang sebabnya tidak diketahui.

MENARIK:  Suplemen Preeklampsia Juga bisa Melindungi Ibu Hamil dari Penyakit

31% dari wanita pemakai kokain mengalami persalinan prematur, 19% melahirkan bayi yang Pertumbuhannya terhambat dan 15% mengalami pelepasan plasenta sebelum waktunya. Jika pemakaian kokain dihentikan setelah trimester pertama, maka resiko persalinan prematur dan pelepasan plasenta sebelum waktunya tetap meningkat, tetapi pertumbuhan janinnya normal.