Waspada Jangan Sampai Air Ketuban Tertelan Oleh Bayi

Loading...

DUNIAKEBIDANAN.COM – Bagi semua wanita tentu sudah paham dan tahu fungsi dari air ketuban. Selama masa kehamilan, air ketuban memiliki peran peting untuk kelangsungan hidup bayi yang ada dalam kandungan. Air ketuban memiliki beberapa fungsi yaitu sebagai anti body yang menjaga bayi dari serangan infeksi bakteri, kuman yang datangnya dari luar selain dari itu, air ketuban sebagai pembuka jalan dari proses persalinan.

Waspada Jangan Sampai Air Ketuban Tertelan Oleh BayiSaat air ketuban wanita hamil pecah, bertanda ia akan segera melahirkan sang bayi. Menurut seorang dokter ahli kandungan, selama berada di dalam kandungan maka janin bernapas dengan menggunakan air ketuban. Kembali pada judul artikel kita pada kesempatan ini, bagiamana jika air ketuban tertelan oleh bayi saat proses persalinan?

Seperti yang kami sebutkan Anda harus waspada karena hal ini ternyata bisa berdampak buruk untuk kesehatan bayi Anda lebih parahnya bayi Anda mungkin saja dapat kehilangan nyawa. Tidak sedikit bayi yang baru lahir menghirup udara untuk pertama kalinya ia juga ikut minum air ketuban ibunya. Hal inilah yang bisa memicu bayi tersedak sehingga tidak bisa lagi bernafas dan pada akhirnya kehilangan nyawa.

MENARIK:  Tips Menghindari Robekan Jalan Lahir pada Persalinan Normal

Mengapa demikian? Karena pada kondisi tersebut bayi mengalami stres yang menyebabkan ia mengalami kekurangan oksigen yang dapat memicu timbulnya mekonium, yaitu sampah metabolisme bayi yang dihasilkan bayi selama ia berada di dalam rahim, dan jika cairan ketuban tertelan bayi bisa membahayakan kesehatannya.

Selain itu, jika mekonium yang terhirup oleh bayi lebih kental, maka dapat menyumbat saluran udara dan lengket di saluran pernapasan. Kondisi tersebut dapat membuat bayi mengalami kesulitan bernapas. Adapun tanda jika bayi menelan cairan ketuban biasanya ia akan mengalami sesak napas setelah beberapa menit dilahirkan.

Selain itu, bayi yang menelan cairan ketuban bisa juga ditandai dengan ia tidak menangis setelah lahir. Nah, sesak napas bisa juga terjadi karena cairan ketuban tersebut masuk ke dalam paru-paru.

Perlu orang tua bayi ketahui khusunya sang ibu, bahwa cairan ketuban yang tertelan bayi bisa juga disebabkan karena keadaan dari ibunya, misalnya karena ibunya mengalami stres selama masa kehamilan. Akibatnya bayi juga mengalami stres dan menyebabkan ia kekurangan oksigen. Terlalu lama berada di dalam kandungan juga dapat berisiko menyebabkan cairan ketuban tertelan bayi saat dilahirkan.

MENARIK:  ASI dapat Membantu Perkembangan Mental Pada Bayi Prematur

Selama masa kehamilan, disarankan bagi ibu bayi untuk menjaga kesehatan agar ia dan janin dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal, yaitu dengan mengonsumsi makanan yang bergizi tinggi serta rutin melakukan olahraga ringan untuk mencegah sang ibu mengalami ketuban pecah dini.