Darah Haid Kental Dan Berlendir

Loading...

DUNIAKEBIDANAN.COM – Haid atau menstruasi, yaitu pendarahan yang dialami oleh alat vital wanita sebagai hal yang normal pada bagain siklus bulanan. Setiap bulan tubuh wanita mempersipakan untuk masa kehamilan. Jika tidak terjadi kehamilan maka darah menstruasi dari dalam rahim akan keluar dari tubuh melalui alat vital setiap wanita.

darah-haid-kental-dan-berlendirKetika wanita mengalami masa haid atau mens, maka pada kebiasaan yang terbilang normal, darah yang dikeluarkan berwarna merah kehitaman dan berwujud encer. Namun terkadang, saat waktu tertentu, darah haid akan terlihat berwarna lebih cerah atau merah kehitaman dan menggumpal.

Keadaan ini normal dialami oleh wanita di saat awal siklus haid. Namun apabila keadaan ini berlanjut terus, maka bisa saja merupakan indikasi dari sebuah kelainan. Darah haid yang menggumpal biasanya terlihat lebih kental dan lebih banyak dan umumnya terjadi di hari-hari pertama menstruasi terjadi.

Anda tidak perlu panik jika mengalami kondisi ini, sebab gumpalan tersebut terjadi akibat zat anti pembekuan darah (koagulan) tidak memiliki cukup waktu untuk bekerja.  Saat sedang mengalami haid, tubuh wanita memproduksi zat anti koagulan yang akan mencegah pembekuan darah, sehingga darah haid tetap dalam kondisi encer dan bisa dikeluarkan.

MENARIK:  Cara Alami Mengatasi Haid yang Tidak Teratur

Namun saat awal siklus menstruasi, jumlah darah yang dikeluarkan biasanya sangat banyak, zat anti koagulan yang bekerja tidak memiliki cukup waktu untuk bekerja sehingga terjadilah gumpalan darah haid yang terbawa keluar bersama darah yang encer.

Faktor Penyebab Darah Haid Menggumpal

Darah haid yang terlalu banyak keluar apalagi jika bergumpal-gumpal tentu tidak baik bagi kesehatan. Begitu juga jika siklus menstruasi terlalu lama atau lebih dari tujuh hari. Kondisi ini disebut sebagai siklus haid yang tidak normal dan dapat menyebkan terjadinya anemia.

Keadaan tidak normal pada siklus haid ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:

Perubahan hormonal

Hormon estrogen dan progesteron berpengaruh pada siklus menstruasi yaitu dalam pembentukan selaput dinding rahim. Jika kedua hormon berada dalam komposisi seimbang maka jumlah darah dan waktu haid akan normal.

Namun jika komposisi kedua hormon tersebut tidak seimbang maka dapat terjadi pembentukan dinding rahim yang tebal dan berlebihan. Tebalnya dinding rahim ini akan membuat darah haid yang keluar berjumlah sangat banyak dan bergumpal-gumpal.

Ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron dapat disebabkan oleh kondisi tubuh yang sangat gemuk, efek samping dari konsumsi obat steroid dan kondisi rahim yang tidak mengecil pasca melahirkan.

MENARIK:  Cara Melancarkan Haid Setelah Operasi Cesar

Fibroid

Pada beberapa wanita yang memiliki fibroid di dalam rahimnya biasanya akan mengalami pendarahan yang lebih banyak, lebih lama dan disertai dengan gumpalan-gumpalan darah. Fibroid yang terdapat di rahim ini biasanya tidak menimbulkan keluhan dan gejala selama pertumbuhannya.

Keguguran

Apabila terjadi pembuahan dan janin dalam kandungan tidak mampu bertahan, maka janin akan dikeluarkan dari rahim melalui vagina dalam bentuk darah encer dan gumpalan darah yang jumlahnya sangat banyak. Darah akibat keguguran sangat khas, yaitu banyak terdapat gumpalan-gumpalan berwarna abu-abu hingga merah hati.

Mioma uteri

Mioma atau tumor jinak yang ada di uterus akan memperluas permukaan endometrium. Hal ini menimbulkan rasa nyeri saat menstruasi dan membuat darah haid yang keluar menjadi lebih banyak dan bergumpal.

Terjadinya Adenomiosis

Adenomiosis adalah perubahan yang terjadi pada otot rahim yang menyebabkan membesarnya rahim dan mengganggu kontraksi otot rahim menyebabkan darah haid keluar dengan menggumpal dan sangat banyak.

Infeksi rahim

Terjadinya infeksi di rahim dan salurannya akan membuat waktu haid menjadi lebih lama dan darah yang dikeluarkan lebih banyak dan bergumpal. Hal ini menyebabkan timbulnya risiko kesehatan seperti anemia.

MENARIK:  Gejala Terjadinya Kolik Pada Bayi

Adanya obstruksi

Obstruksi akan menyebabkan darah haid mengalami penggumpalan sebelum keluar melalui vagina. Yang termasuk obstruksi misalnya adanya polip pada leher atau mulut rahim, serta beberapa infeksi yang menyebabkan penyumbatan saluran reproduksi.

Sedangkan jika darah haid terliahat berlendir, menurut yang kami temukan, darah haid terdiri dari cairan darah, lendir, dan jaringan dinding rahim (endometrium). Warna darah haid, memang tidak selalu merah segar, tapi bisa agak kecoklatan atau kehitaman.

Warna bisa lebih kemerahan kalo komposisi darah lebih banyak. Warnanya bisa pudar kecoklatan jika lendir lebih banyak. Dan, warna bisa kehitaman jika jaringannya yang lebih banyak. Apabila jaringannya lebih banyak, otomatis jadi lebih kentel. Jumlah dan warna darah haid juga bisa berubah, tergantung kondisi. Misalnya, saat lagi anemia atau kurang darah, warna darah haidnya akan lebih kehitaman.