Loading...

Pada Saat Kapan Wanita Paling Subur?

Kapan Wanita Paling SuburPada saat kapankah wanita mengalami puncak kesuburan? Pertanyaan ini sering kali muncul pada mereka yang sudah berusaha untuk hamil namun belum kesampaian juga.

Biasanya, seorang wanita paling subur di atau sekitar masa ovulasinya yang sesuai dengan Hari 14 dari siklus ovarium 28 hari normal.

Mengetahui masa subur bagi mereka yang sedang merencanakan kehamilan sangat penting artinya agar memudahkan untuk hamil.

Loading...

Jika anda berusaha untuk hamil, maka pada masa kesuburan inilah waktunya untuk sering melakukan intim (sebelum atau segera setelah ovulasi).

Di sisi lain, jika anda ingin mencegah kehamilan tanpa menggunakan alat kontrasepsi , menghindari intim selama 5 hari sebelum dan 3 hari setelah ovulasi.

Kapan Wanita Paling Subur?

Ada beberapa faktor yang paling penting dalam menentukan kesuburan pada wanita, beberapa diantaranya adalah:

1. Usia dan Kesuburan

Tingkat kesuburan wanita mengalami penurunan seiring dengan pertambahan usia mereka. Sebelumnya diyakini bahwa kesuburan wanita menurun secara signifikan setelah 35 tahun. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa wanita paling subur ketika mereka antara 19-26 tahun, setelah itu kesuburan menurun secara signifikan setiap tahun.

Data statistik menunjukkan bahwa pada saat wanita mencapai 27-34, peluangnya untuk hamil adalah 40% lebih sedikit daripada mereka yang berada di bawah 26.

Akibatnya, seorang wanita hanya memiliki 30% kemungkinan untuk hamil setelah 35 dalam siklus tertentu dengan kesempatan yang lebih rendah jika pasangan prianya berusia 5 tahun atau lebih tua dari mereka (wanita), hal ini disebabkan karena masalah kualitas dan kuantitas sperma.

2. Ovulasi dan Kesuburan

Selain usia, wanita hanya subur ketika dia berovulasi. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang masa ovulasi anda, penting untuk memahami konsep yang sangat membantu dalam merencanakan kehamilan secara alami. Umumnya wanita subur hanya 5 hari selama 28 hari siklus ovarium mereka.

Hari ke 10 dari siklus ovarium 24 hari
Hari ke 14 dari siklus ovarium 28 hari
Hari ke 21 dari siklus ovarium 35 hari

Panjang normal siklus ovarium di mana saja antara 24 sampai 35 hari dan umumnya ovulasi mendahului siklus menstruasi 12-16 hari. Merencanakan kehamilan Anda menuntut sedikit pengetahuan tentang siklus ovarium Anda, karena panjang siklus bervariasi antara perempuan yang berbeda dan bahkan pada wanita yang sama pada titik-titik yang berbeda dari kehidupan.

Metode berikut umumnya dapat membantu untuk mengetahui lebih lanjut tentang periode siklus dan kesuburan Anda, yaitu:

1. Metode Kalender

Metode kalender merupakan cara sederhana dan paling praktis pada wanita yang memiliki siklus menstruasi yang teratur. Anda dapat melacak panjang siklus Anda pada kalender dan menghitung perkiraan waktu ovulasi untuk menentukan masa paling subur.

Pastikan untuk mengukur beberapa siklus untuk memastikan dengan presisi. Periode paling subur Anda adalah di mana saja antara 4-5 hari sebelum ovulasi.

Meskipun cukup membantu, metode ini sangat tidak akurat karena variabilitas panjang siklus menstruasi pada wanita karena hormonal, pola makan dan kebiasaan gaya hidup.

2. Metode hari standar

Metode hari standar adalah salah satu cara yang dapat membantu wanita bagi mereka yang memiliki siklus teratur antara 26 dan 32 hari. Wanita-wanita ini bisa menggunakan Metode hari standar untuk menjaga melacak siklus mereka.

Misalnya, siklus dimulai dengan tetesan merah yang menunjukkan Hari 1 siklus dan jika Anda terus menghitung setiapnya maka anda akan mendapatkan tetesan coklat (yang sesuai dengan hari ke 26) sebelum tetesan terakhir (yang menunjukkan hari terakhir siklus atau Hari 32).

Tapi jika panjang siklus anda bervariasi, lebih baik untuk memilih metode lain untuk perkiraan masa subur anda.

3. Metode suhu tubuh basal

Suhu basal tubuh adalah metode lain yang populer yang digunakan oleh banyak wanita untuk memastikan ovulasi mereka.
Tepat sebelum ovulasi, kebanyakan wanita mengamati sedikit penurunan suhu tubuh akibat pengaruh hormonal yang diikuti oleh kenaikan 1- 2 derajat beberapa hari setelah ovulasi.

Meningkatkan frekuensi hubungan intimual selama periode ini dapat meningkatkan peluang untuk hamil.

4. Metode lendir serviks

Pemantauan lendir serviks juga membantu untuk mengetahui tentang ovulasi anda. Dan kebanyakan wanita dapat merasakan atau melihat penipisan lendir yang berserat dan sangat jelas. Ketika waktu ovulasi tidak dekat, lendir serviks umumnya tebal dan keruh dengan jumlah debit yang sangat sedikit.

5. Metode Gabungan

Karena metode semua yang tercantum di atas memberikan ide dugaan tentang masa subur, peneliti menyarankan bahwa hal itu jauh lebih bermanfaat jika Anda menggabungkan tiga atau lebih metode tes untuk meningkatkan kredibilitas dan akurasi dari masa kesuburan anda.

Metode ini menggabungkan perubahan serviks lendir, kenaikan suhu basal tubuh dan perubahan fisik terakhir pada masa ovulasi seperti berat badan, nyeri pada payudara, perubahan suasana hati dan perilaku anda.

Pada Saat Kapan Wanita Paling Subur? | DuniaKebidanan.com | 4.5