Pelatihan NICU (Neonatal Intensive Care Unit)

Loading...

NICU (Neonatal Intensive Care Unit)WHO (World Health Organization) sejak Tahun 1961 menyatakan bahwa semua bayi baru lahir yang berat badannya kurang atau sama dengan 2500 gram disebut low birth weight infant (bayi berat badan lahir rendah, BBLR)Definisi WHO tersebut dapat disimpulkan secara ringkas sebagai bayi berat badan lahir rendah adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang atau sama dengan 2500 gram. Bayi yang lahir dengan berat badan rendah biasanya memiliki fungsi sistem organ yang belum matur sehingga dapat mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan lingkungan.

Masalah yang harus dihadapi oleh bayi berat badan lahir rendah misalnya, mereka membutuhkan oksigen tiga kali lebih banyak dibandingkan dengan bayi yang lahir dengan berat badan normal, karena pusat pernafasan belum sempurna. Bayi berat badan lahir rendah memerlukan pemberian makanan yang khusus dengan alat penetes obat atau pipa karena refleks menelan dan menghisap yang lemah. Kehangatan BBLR harus diperhatikan, sehingga diperlukan peralatan khusus untuk memperoleh suhu yang hampir sama dengan suhu dalam rahim. Berdasarkan hal itu, bayi BBLR sangat membutuhkan perhatian dan perawatan intensif untuk membantu mengembangkan fungsi optimum bayi. Penanganan kasus BBLR harus dilakukan dalam ruang perawatan khusus dan mendapatkan perawatan secara intensif. Perawatan secara intensif pada neonatal sering dilakukan di ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit).

Perawatan dilakukan di ruang khusus yaitu di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU), karena pada dasarnya, perawatan BBLR selalu merujuk pada upaya menstabilkan life sign (tanda-tanda kehidupan bayi) dan berapa banyak kenaikan berat tubuh yang harus dicapai setiap minggunya. Upaya menstabilkan life sign seringkali dilakukan dalam bentuk perawatan di dalam mesin inkubator di ruang NICU (Neonatal Intensif Care Unit).
Berdasarkan uraian di atas maka Bapelkes Batam bermaksud menyelenggarakan Pelatihan Perawat NICU.

MENARIK:  Menstruasi Pada Remaja Putri

• Tujuan
– Umum
Peserta latih mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada neonatus yang di rawat di ruang NICU.

– Khusus
Peserta latih mampu memahami tentang konsep kegawatan neonatus,
Peserta latih mampu memahami prinsip pemberian terapi oksigen pada neonatus yang dirawat di NICU,
Peserta latih mampu merawat neonatus dengan alat bantu nafas mekanik.

• Peserta
– Rumah Sakit
Pegawai Negeri Sipil (PNS)
Pendidikan minimal D3 Keperawatan
Pengalaman bekerja di NICU minimal 2 tahun
Belum pernah mengikuti pelatihan sejenis

– Poltekkes
Pegawai Negeri Sipil (PNS)
Pendidikan minimal S1
Mengampu mata kuliah NICU
Belum pernah mengikuti pelatihan sejenis

– Jumlah peserta
Dalam satu kelas / angkatan maksimal 30 orang terdiri dari rumah sakit dan poltekkes yang ada di Indonesia.

• Tenaga Pelatih
– Kriteria
Menguasai materi yang diajarkan,
Terampil mengajar secara sistematik, efektif dan efesien,
Mampu menggunakan metode dan dan media yang relevan dengan TPU dan TPK
mata pelatihannya,
Telah mengikuti pelatihan TOT widyaiswara / pelatihan sejenis dalam mata diklat.

MENARIK:  Waspadai Bila Anda Telat Haid

– Asal
Dityanwat & KM
Praktisi keperawatan rumah sakit
Pejabat struktural dilingkungan badan PPSDM Kesehatan
Bapelkes Batam.

• Waktu dan Tempat Pelaksanaan
– Waktu
Tanggal 11 – 18 September 2011 selama 8 hari efektif dengan jumlah jam
pelatihan sebanyak 80 jpl.

– Tempat pelaksanaan
Di Balai Pelatihan Kesehatan Batam, Jl. Marina City, Tanjung uncang – sekupang
Kec. Batu Aji – Kota Batam. Telp/Fax. (0778) 381662.

• Biaya dan sertifikasi
– Biaya
Sumber pembiayaan penyelenggaraan Pelatihan NICU ini dibebankan pada DIPA
Bapelkes Batam tahun 2011, termasuk biaya konsumsi dan biaya lain-lain sesuai
dengan kebutuhan diklat selama 8 haru pelatihan.

– Sertifikasi
Kepada peserta yang telah mengikuti pelatihan ini sekurang-kurangnya 90% dari
alokasi pelatihan dinyatakan berhasil menurut hasil evaluasi belajar, mendapat
1 angka kredit dan kepada peserta akan diberikan sertifikat dari Pusdiklat
Aparatur.