Masalah-masalah Kulit yang Biasa Ditemui Pada Bayi

Loading...

Kerak Kepala
Kelenjar keringat yang bekerja berlebihan di kulit kepala dapat menyebabkan serpihan kulit keras, dikenal dengan nama kerak kepala.
– untuk mencegahnya, cucilah kulit kepala bayi dengan shampoo yang diformulasikan secara khusus agar menjadi cukup ringan dan lembut untuk digunakan pada bayi anda
– bilaslah dengan intimama untuk menghilangkan semua sisa shampoo.
– gosokkan baby oil dengan lembut pada kulit kepala bayi anda dan biarkan beberapa saat untuk menghilangkan serpihan kulit keras, agar mudah dihilangkan.

Kulit Kering
Kulit bayi anda dengan mudah menjadi kering dan semakin kering kulitnya, semakin kurang efektiflah ia melindungi efek-efek yang berbahaya.
– atur suhu dan kelembaban didalam rumah anda.
– lindungi bayi anda dari hembusan angin.
– jaga kulit bayi anda tetap lembab untuk mencegah kekeringan dan menjaga kelembaban kulit yang tepat dengan menggunakan krim bayi, lotion atau oil.

Lecet
Ada gesekan diantara pakaian bayi dan kulit dimana daerah-daerah dari kulit saling bergesekan seperti pada ketiak atau lipatan-lipatan pantat bayi yang bisa menimbulkan lecet.
– keringkan bayi anda dengan intimama setelah mandi dan berikan perhatian khusus pada lipatan-lipatan.
– hindari bahan kain yang kasar, kesat dan ketat.
– gunakan bedak atau krim pada kulit untuk mengurangi gesekan dan menjaga bayi anda tetap nyaman.

MENARIK:  Penyakit Mimisan pada Anak

Ruam Panas (Biang Keringat)
Pada suhu cuaca yang panas, pori-pori pada kulit bayi anda bisa tertutup dan menyebabkan jerawat kecil merah muda.
– Jangan biarkan bayi anda terlalu kepanasan dengan memakaikan pakaian berlebihan atau memanaskan suhu ruangan bayi secara berlebihan.
– Pastikan pakaian bayi cukup longgar.
– bersihkan bayi anda secara teratur untuk membuang keringat berlebih.
jika terlanjur terdapat biang keringat ada obat tradisional yang majur yaitu bubuhkan tepung tapioka ke badan bayi… dengan cara pemakaian seperti bedak

Ruam Susu
.Eksim susu (dermatitis atopik) biasanya diturunkan. Orang awam mengira eksim ini disebabkan pipi bayi terkena cipratan ASI saat menyusu, padahal bukan. Penyebabnya adalah faktor keturunan didukung faktor pencetus seperti makanan (susu, telur, dan daging), hirupan debu rumah dan terkena benda berbulu dan keringatnya sendiri.
Biasanya terdapat ruam di daerah pipi dengan gejala warna kulit tampak kemerahan dan gatal. Cegah si kecil menggaruk ruam tersebut karena bisa menyebabkan iritasi yang menimbulkan gelembung kecil berisi cairan jernih. “Cairan ini bila pecah akan menjadi basah, berair, dan berdarah. Setelah mengering akan menjadi kehitaman, kemudian kulit menjadi bersisik dan kering,”

MENARIK:  Menjaga Keseimbangan Organ Kewanitaan

Eksim karena faktor pencetus dari lingkungan bersifat alergen yang dapat menimbulkan reaksi alergi di tubuh, sehingga kulit menjadi gatal dan timbul eksim. Faktor lain yang memudahkan terjadinya eksim adalah sifat kulit, yakni kulit kering. Pemakaian sabun yang kadar alkalinya tinggi, terlalu sering berada di ruangan ber-AC dengan suhu dibawah 18 Celsius, memakai pakaian dari wol, bisa memicu kambuhnya eksim. “Meski penyebabnya genetik (keturunan), sepanjang tak ada faktor pencetusnya, eksim ini tidak akan timbul. Jadi, kalau gejalanya masih sedikit gatal atau merah, lebih baik langsung diingat-ingat apa yang sudah dimakan dan dikenakan, lalu cepat hindari agar tidak berkepanjangan, ” .

Untuk mencegah kambuhnya eksim susu, sebaiknya jaga kebersihan lingkungan di sekitar si kecil. “Usahakan kamar bayi bersih dari debu dengan mencuci gorden seminggu sekali, hindari meletakkan banyak barang di dalam kamar, hindari pakaian, mainan dan karpet tebal dan berbuluyang mudah menampung debu. Sebaiknya gunakan kasur, bantal, jok kursi dari busa, “

Untuk mengobati, diberikan krim antiradang, anti alergi dan antigatal. Gunakan sesuai aturan dan petunjuk dokter. Jika tak kunjung sembuh, segera konsultasikan ke dokter, jangan lakukan tindakan sendiri dengan penggunaan krim tidak sesuai aturan atau menggunakan obat minum, misalnya. “Bisa muncul efek samping seperti kerusakan kulit. Yang utama memerhatikan kebersihan kulit bayi dan anak. Ini gampang dilakukan namun sering dilupakan orang tua