Sebagian Besar Bayi Tabung Menderita Cacat Bawaan

Loading...

Teknologi bayi tabung memungkinkan terjadinya proses pembuahan buatan dan terjadi secara invitro (di luar tubuh manusia). Namun sejumlah kecil dari bayi laki-laki yang dilahirkan lewat bayi tabung diduga punya masalah kelainan penis. Empat persen bayi yang dilahirkan dari teknologi bayi tabung menderita cacat bawaan. Kecenderungan ini jauh lebih umum pada bayi laki-laki ketimbang bayi perempuan.

Kelahiran bayi tabung dari semua klinik ini pada tahun 2003-2007 sebesar 15.162 orang anak. Kami menemukan kelainan bawaan pada 4,24 persen anak-anak, jumlah ini lebih banyak dari penelitian sebelumnya dengan 2-3 persen. Kenaikan ini sebagian disebabkan karena penyakit jantung dan kelainan penis dan jauh lebih umum dijumpai pada anak laki-laki. Penyebab beberapa kelainan itu mungkin beragam. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami hubungan antara media kultur embrio, waktu transfer embrio, efek stimulasi ovarium, penggunaan ICSI di mana sperma disuntikkan langsung ke dalam telur, pembekuan gamet dan embrio.

Dengan melihat semua anak, kami berharap dapat memahami lebih lanjut mengenai tidak hanya apa yang salah dengan teknologi bayi tabung, tapi mengapa tidak beres. Pada saat infertilitas meningkat dan semakin banyak pasangan menggunakan ART (Assisted Reproductive Technology populer di Indonesia dengan sebutan teknologi bayi tabung) agar dapat hamil, sangat penting untuk mengetahui apa yang menyebabkan kelainan pada anak-anak. Tidak hanya agar kita dapat mencoba mengatasi masalah, tetapi juga dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan untuk merencanakan kebutuhan masa depan pasien.