Mengenal 3 Siklus Kesuburan Agar Cepat Hamil

Mengenal 3 Siklus Kesuburan Agar Cepat HamilAnda ingin memiliki anak lagi, tapi sampai saat ini belum juga kunjung hamil? Anda bisa melakukan dengan merencanakan kehamilan dengan mengetahui siklus kesuburan Anda.

Jika saja Anda sudah mengetahui siklus kesuburan, maka sangat mudah bagi Anda untuk bisa melacak adanya ovulasi dan bisa saja dapat membantu mempercepat kehamilan Anda.

Nah, untuk lebih jelasnya ada tiga siklus kesuburan yang bisa membantu Anda untuk segera hamil lagi.

Loading...

Dalam siklus ini telah menunjukkan dalam menjalani kematangan dan pelepasan sel telur, dan persiapan rahim untuk menerima dan mematangkan embrio. Beberapa siklus harus memerlukan kira-kira 28 sampai 32 hari dan dibagi kedalam beberapa fase:

Siklus Folikular (Hari ke1 sampai hari ke 13)

Selama pada tahap waktu ini, lubang ovarium yang Anda miliki akan menjadi matang dan mengizinkan sel telur untuk melewati tabung falopi. Nantinya tubuh Anda telah mengeluarkan hormon perangsang folikel dari kelenjar di bawah otak Anda, yang akan menimbulkan beberapa folikel pada ovarium menjadi yang paling dominan.

MENARIK:  Jarak Dua Tahun dapat Mengoptimalkan Kekuatan Otak Anak

Hal tersebut dapat menimbulkan satu folikel paling dominan dan pada akhirnya melepaskan telur. Khusus anak kembar, biasanya akan ada dua folikel yang paling dominan.

Dalam pertumbuhan sebuah folikel akan menghasilkan hormon estrogen, pada umumnya hal tersebut dapat merubah rahim menjadi licin ketika ovulasi dan siap untuk menerima datangnya sel sperma.

• Siklus Ovulasi (Ovulatory sekitar hari ke 14, tergantung lamanya siklus)

Fase ini sering dikenal dengan berkembangnya hormone LH yang menimbulkan folikel luruh sampai kemudian sel telur dilepaskan ke dalam ovarium. Fimbria dari tuba falopi menyapu ovarium dan membawa kedalam sel telur ke dalam tuba falopi. Biasanya keseringan perempuan telah menyadari ada sedikit pendarahan ringan atau cairan merah muda atau cokelat yang muncul sebagai akibat dari ovulasi.

• Siklus Luteal (hari ke 15 sampai sekitar hari ke 28)

Untuk fase Luteal dimulai setelah ovulasi. Folikel yang telah memproduksi sel telur menjadi basah, disebut corpus luteum, memproduksi hormon estrogen dan progesteron yang diperlukan untuk memberikan pendorongan rahim untuk menerima embrio untuk implantasi.

MENARIK:  Anak Makan Sedikit Jadi Doyan Buah dan Sayur

Anda sadar kalau suhu tubuh Anda lebih rendah dibandingkan dengan suhu tubuh normal dan vagina Anda terasa lebih elastis. Di seluruh implantasi embrio, tubuh Anda akan terus mengalami pelepasan hormon sehingga corpus luteum akan kelihatan tetap utuh sampai plasenta berkembang. Jika Anda tidak mempunyai sel telur yang dibuahi, corpus luteum hanya akan mengecil dan menstruasi akan terjadi.

Loading...